August 26, 2021 By Husein

Mendaki, Hobi ekstrim yang mulai digemari

sering mendengar temen-temen kita yang hobi mendaki?? Yuk kenalan dengan salah satu hobi ekstrim, yakni mendaki. Mendaki merupakan salah satu hobi yang mulai digemari oleh banyak orang. Hobi ini identik dengan perjalanan menuju puncak gunung. Perjalanan mendaki puncak gunung sebagian besar dilakukan dengan berjalan kaki. Mendaki membutuhkan satu sampai dua hari untuk mencapai tujuan/puncak gunung.

Mendaki merupakan salah satu cara untuk menikmati keindahan alam terutama gunung. Gunung yang sering didaki di daerah Jawa Timur yakni Semeru, Bromo, Raung, Ijen, Kelud, Widodaren, Penanggungan, dan masih banyak lagi lainnya. Tidak hanya Jawa Timur, banyak gunung-gunung di Indonesia lainnya yang bisa didaki.
Gunung-gunung baik di Jawa maupun luar Jawa memiliki keindahan alam yang berbeda-beda. Gunung Semeru contohnya, gunung ini memiliki sebuah pemandangan yang terkenal indah yakni Ranu Kumbolo. Ranu Kumbolo merupakan danau yang berada di ketinggian kurang lebih 2.400 Mdpl. Di sana kita bisa menyaksikan matahari yang terbit sangat indah.


Kegiatan mendaki pada umumnya dilakukan secara berkelompok. Resiko dan bahaya dari kegiatan ini mengakibatkan mendaki tidak disarankan untuk dilakukan sendiri. Medan daki, cuaca yang tiba-tiba berubah (ekstrim), dan kondisi tubuh dari pendaki dapat membahayakan perjalanan pendakian.
Sebagian besar medan yang harus ditempuh pendaki sangat ekstrim. Dalam perjalanan mendaki terkadang kita harus melewati jalan setapak, hutan belantara, dan semak-semak. Selain medan, cuaca yang tiba-tiba berubah juga membahayakan perjalanan pendakian. Cuaca yang semula cerah bisa berubah menjadi hujan lebat disertai petir. Hujan mengakibatkan medan setapak menjadi licin. Petir juga bisa menyambar para pendaki yang sedang berada di ruang terbuka.

Kondisi medis dari pendaki juga salah satu bahaya yang harus dihadapi pendaki. Contoh kondisi tersebut ialah kaki keseleo, dehidrasi (kekurangan cairan), hipotermia (penurunan suhu tubuh yang drastis), dan luka. Ancaman lain yang membahayakan pendakian yaitu tanaman beracun dan serangan binatang buas.
Untuk meminimalisasi resiko dan bahaya mendaki, sebaiknya kita mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan dengan seksama. Ada beberapa peralatan wajib yang dibawa ketika mendaki yaitu, sepatu dan sandal gunung, baju hangat/jaket, tas ransel, sarung tangan, tongkat gunung, tenda, kantung tidur, P3K, peralatan masak, dan alat serbaguna seperti pisau lipat.

Untuk melindungi kaki ketika mendaki, kita membutuhkan sandal dan sepatu khusus mendaki. Sandal untuk mendaki memiliki bentuk khusus. Osgood menghadirkan model sandal gunung yang modis. Bentuknya yang modis membuat produk sandal ini cocok digunakan dengan berbagai macam syle fashion. Produk ini juga cocok untuk semua kalangan usia, mulai dari remaja sampai dewasa.

Untuk melindungi diri dari hawa dingin, sengatan sinar matahari, hewan-hewan kecil, dan duri sebaiknya memakai jaket. Jaket yang digunakan khusus untuk mendaki. Tas ransel digunakan oleh pendaki memiliki bentuk khusus. Bentuknya menyesuaikan dengan badan manusia. Hal ini bertujuan agar pendaki mampu membawa barang-barang berat selama beberapa jam.

Sarung tangan berguna melindungi tangan pendaki. Tongkat gunung berguna untuk menjaga keseimbangan pendaki ketika naik ataupun turun gunung. Perjalanan panjang mengharuskan kita bermalam di gunung. Alat yang dibutuhkan untuk menginap yakni tenda dan kantung tidur. Sedangkan, alat masak yang sering dibawa pendaki yaitu cooking set sederhana, kompor lapangan, dan gas kaleng. Untuk membantu perjalanan maupun masak ketika mendaki, kita bisa membawa pisau lipat maupun alat serbaguna lainnya. Perlengkapan lain yang wajib dibawa pendaki yakni P3K.